KOTA BEKASI - Upah buruh di Indonesia yang terendah di Asean, ketidak pastian
masa depan atas kehidupan buruh tercermin makin tidak jelas bila melihat
konsumtif kehidupan yg di alami sehari -hari.
Dalam perbedaan yg mengklaim indonesia sudah masuk dalam 20 besar negara di dunia yg punya kekuatan ekonomi raksasa, tetapi ternyata upah buruh di Indonesia terperosok dalam katagori terendah se Asean.
"Upah buruh di indonesia hanya lebih baik di bandingkan kamboja dan viatnam,"Ade Muhamad Nur SH MH kepada Lintas Newss
Dalam perbedaan yg mengklaim indonesia sudah masuk dalam 20 besar negara di dunia yg punya kekuatan ekonomi raksasa, tetapi ternyata upah buruh di Indonesia terperosok dalam katagori terendah se Asean.
"Upah buruh di indonesia hanya lebih baik di bandingkan kamboja dan viatnam,"Ade Muhamad Nur SH MH kepada Lintas Newss
Lantas apakah kalau begitu buruh atau pekerja indonesia ke depan akan
tetap hidup dalam kerangka kemiskin dan tak ada perubahaan.
Sementara perlindungan nasib buruh dan proteksi masa depannya belum jelas,apalagi ini akhirnya t dengan cara pandang atau idiologi pihak penguasa yang lebih probpada modal kapitalis.
Mul (45) buruh pekerja scurrity di salah satu supermaket di wilayah Jatiranggon Kota Bekasi memaparkan, selama menjadi pekerja dia mengakui belum ada peningkatan.
"Gaji saya sebulan hanya cukup kebutuhan makan setiap hari,"tandasnya.
Kalau dibilang kurang sudah pasti memang kurang, karena sekarang saja belum dituntut biaya untuk anak sekolah.
!agaimana kalau nanti sudah sekolah, pasti kebutuhan akan menuntut,"ujarnya. (yat)
Sementara perlindungan nasib buruh dan proteksi masa depannya belum jelas,apalagi ini akhirnya t dengan cara pandang atau idiologi pihak penguasa yang lebih probpada modal kapitalis.
Mul (45) buruh pekerja scurrity di salah satu supermaket di wilayah Jatiranggon Kota Bekasi memaparkan, selama menjadi pekerja dia mengakui belum ada peningkatan.
"Gaji saya sebulan hanya cukup kebutuhan makan setiap hari,"tandasnya.
Kalau dibilang kurang sudah pasti memang kurang, karena sekarang saja belum dituntut biaya untuk anak sekolah.
!agaimana kalau nanti sudah sekolah, pasti kebutuhan akan menuntut,"ujarnya. (yat)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar